Select Language

Indonesia Membaca, Indonesia Pintar, Indonesia Sejahtera

SELAMAT DATANG DI BLOG
"DUNIA PENDIDIKAN"

     Merupakan media dan tempat dalam mencari segala informasi terkait dunia pendidikan. Anda dapat mencari artikel, software, aplikasi maupun segala informasi yang diperlukan. Silahkan masukkan keywoard pada "search" untuk memudahkan pencarian.
Berikut adalah link ebook yang dapat diunduh :


Minggu, 17 Oktober 2010

RI kembangkan RISET Kapal Pemandu Satelit

VIVAnews - Pemerintah Indonesia saat ini tengah melakukan riset dan pengembangan di bidang perkapalan untuk pemandu satelit, roket, dan benda antariksa. Riset itu termasuk di antaranya mengendalikan roket dari bumi.

Menteri Riset dan Teknologi, Suharna Suryapranata, mengatakan Indonesia sebelumnya telah mengirim sumber daya manusia (SDM) andal untuk ikut dalam pelatihan di kapal Yuanwang 3 pada 2007.

"Kedatangan kapal Yuanwang 5, yang kini tengah berlabuh di dermaga Tanjung Priok karena kerja sama bidang antariksa antara China dan Indonesia melalui LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional)," kata Suharna di sela pertemuan dengan dua astronot China, Nie Haisheng dan Zhai Zhigang di Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta, Sabtu 16 Oktober 2010.

Kapal Yuanwang 5 merupakan satu dari enam kapal di China yang memiliki fasilitas untuk memandu, menjajaki, dan mengendalikan dari jarak jauh wahana yang diluncurkan di antariksa, termasuk satelit.

Dengan teknologi yang dimiliki China, Suharna berharap, Indonesia dapat memanfaatkan kerja sama yang saat ini sudah terjalin.

Ia berharap antara China dan Indonesia tetap memperkuat kerja sama di bidang ilmu pengetahuan dan riset.  Dia pun menyakini, dengan kerja sama yang kuat dalam bidang ilmu dan teknologi akan memberikan landasan yang kuat bagi hubungan ekonomi dan politik kedua negara.

"Kementerian bidang riset dan teknologi siap memberikan dukungan yang diperlukan untuk membangun kerja sama ini," tuturnya.

Selama ini, menurut Suharna, Kementerian Riset dan Teknologi bersama LAPAN dan Kementerian Pendidikan Nasional telah menjalankan program space mindedness di tingkat nasional.

Program itu di antaranya melalui lomba poster, penyuluhan tentang space wheater (cuaca antariksa), pameran Indo Defence, lomba roket air dan kompetisi Roket Uji Muatan (RUM).

Dia pun berharap, dengan berbagai program pengembangan riset dan teknologi yang sedang dilakukan pemerintah, pemuda Indonesia antusias untuk terus mengembangkannya.

"Saya berharap pelajar Indonesia bisa turut mengembangkan riset dan teknologi tinggi yang mampu mengantarkan Indonesia menjadi salah satu negara yang maju di bidang iptek," ujarnya. (hs)

Astronot Cina sulit bekerja di gravitasi Nol

VIVAnews - Dua astronot China, Nie Haisheng dan Zhai Zhigang, membagi pengalaman mereka saat bekerja di ruang bergravitasi nol. Seorang astronot dituntut kemampuan untuk beradaptasi dalam kondisi ini.

"Manusia sulit dalam kondisi gravitasi nol. Jadi, harus menyesuaikan diri dengan kondisi baru," kata Zhai di Pusat Peragaan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PP Iptek), Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta, Sabtu, 16 Oktober 2010.

Kepada sekitar 500 pelajar yang hadir, Zhai Zhigang dan Nie Haisheng, menceritakan pengalaman mereka. Menurut Zhai, jika manusia tak bisa menyesuaikan diri dengan gravitasi nol ini, akan menimbulkan berbagai penyakit seperti ketika orang dilanda mabuk laut atau mabuk naik mobil.
Selain itu, bekerja pada gravitasi nol juga sangatlah sulit. Untuk dapat melakukannya harus benar-benar menguasai dan terbiasa. Dia mencontohkan, pekerjaan yang sangat mudah sekalipun seperti membuka sekrup jadi begitu sukar dilakukan. 

"Malah, bisa-bisa saya yang berputar. Bekerja di gravitasi nol sangat berbeda dengan pekerjaan di bumi," kata dia disambut tawa hadirin.

Zhai juga menegaskan sumber daya di luar angkasa merupakan milik bersama umat manusia. Siapapun dapat mengeksploitasinya. "Mengeksploitasi luar angkasa merupakan keinginan bersama umat manusia," ucapnya.

Dia juga mengutakaran keyakinannya para pemuda Indonesia suatu saat dapat ikut mewujudkan impian itu.
"Saya yakin, di masa depan pasti ada tim luar angkasa dari Indonesia dan menjalankan misi ini bersama-sama. Saya mengharapkan pelajar Indonesia wajib belajar dengan keras agar pada suatu hari nanti bisa menjadi astronot dan keluar angkasa." 

Hadir dalam kunjungan itu antara lain Menteri Riset dan Teknologi Suharna Surapranata, Duta Besar China untuk Indonesia Zhang Qi Yue, dan Ketua Lembaga Kerjasama Ekonomi, Sosial dan Budaya Indonesia-Cina, Sukamdani Sahid Gitosardjono. (kd)

Bing Gandeng Facebook, Google Terancam

VIVAnews - Berbicara mesin pencari di Internet, Google tentu saja masih lekat di benak sebagian besar pengguna Internet di dunia. Namun, kini raksasa asal Mountain View itu mendapat tantangan serius dari Facebook dan Microsoft.

Facebook dan mesin pencari Microsoft Bing telah melakukan integrasi untuk melahirkan sebuah mesin pencari sosial ekslusif sejak 13 Oktober silam. Facebook membuka data feed khusus untuk Microsoft Bing.

Dengan ditandainya kerja sama tersebut, pengguna Bing akan lebih mudah mencari indeks dan data-data profil yang tersedia, serta memberi tanda "Like" jika hasil pencariannya relevan. Sama persis seperti yang Google lakukan pada Social Search-nya, yang jauh lebih kecil ketimbang situs jejaring sosial sekelas Facebook.

"Bing dapat memanfaatkan informasi sosial yang ada di Facebook untuk mempertahankan penggunanya tetap berada di situs mereka, sehingga lebih banyak eksposur pada inventaris iklan dan bisnis Bing," kata analis IDC Hadley Reynolds, yang mengatakan kerja sama ini menjadi tonggak penting dalam dunia periklanan sosial.

Google tentu saja tidak tinggal diam. CEO Eric Schmidt langsung menanggapinya dengan dingin. Ia secara tegas tidak menyukai perjanjian yang sifatnya privasi, terlebih lagi jika berbicara tentang mesin pencarian di Internet.

"Kami memiliki pengembangan dengan cara lain, di mana orang dapat memberikan informasinya pada kami yang tidak hanya sekadar informasi personal seperti halnya jejaring sosial," kata Schmidt.

Maksud Schmidt tersebut tidak lain merujuk pada projek Google Me, yang dibuat untuk mensosialisasikan layanan pencarian dan properti Web di banyak layer, seperti dikutip eWeek.com, Sabtu 16 Oktober 2010.

Jika itu terdengar seperti tantangan terselubung Google pada Bing dan Facebook, Schmidt jelas tidak menyimpan rahasia untuk bekerja sama dengan siapa pun, melainkan situs yang merupakan bagian dari Google juga. Padahal, sebelumnya dia juga mengisyaratkan bahwa dia juga ingin mengakses data Facebook.

"Ini belum pukulan KO bagi Google. Tapi, memang integrasi Facebook dan Bing sangat signifikan meski Google masih menjadi pemimpin di jagat mesin pencari," tukas Li, analis sekaligus pendiri Altimeter Group. (hs)
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
 
Mobile Edition
By Blogger Touch